Kepada Kamu Si Pencuri Hati

Namanya..... Ah aku tidak tahu, yang ku ingat hanya senyum di wajahnya Berkali ku coba lihat sekeliling disetiap persimpangan, berharap...

Namanya.....
Ah aku tidak tahu, yang ku ingat hanya senyum di wajahnya
Berkali ku coba lihat sekeliling disetiap persimpangan, berharap ada kamu lagi disana,
Jawabannya selalu sama “kamu tidak ada...”
Semangatku hari ini tentu bukanlah karena hal lain, kecuali kamu
Mungkin kamu hanya lewat,
Atau bisa jadi kamu menetap
Sial! Harapanku selalu jatuh di kegelisahan kedua.

Seperti vakum cleaner, dengan cepat kamu membersihkan semua memori di kepalaku dan mematung sendiri disana
Kalau sudah begini, mana bisa aku memikirkan yang lain jika di pikiranku hanya ada kamu?
Sial! Kamu menang lagi!

Aku pernah menunggu dalam harap,
Diam dalam tatapan,
Bahkan berteriak dalam menunggu
Kukira, kali ini aku tak mau merasakannya lagi

Sekarang aku masih disini,
Belum di lingkaranmu ataupun belum juga di depan garis lingkaranmu,
Masih jauh...
Bahkan mungkin belum terlihat olehmu...
Namun, kupastikan.
Jika kakiku telah di tuntun oleh-Nya akan segera aku menemui mu dan memulai apa yang semestinya aku dan kamu mulai.

You Might Also Like

0 komentar