Dari Aku si Pendamba 'Kita'

Ah... Melihatmu berbicara di jarak yang kira-kira 5 meter dari hadapanku saja, aku sampai saat ini tak bisa menyangkal bahwa kamu memang ...

Ah...
Melihatmu berbicara di jarak yang kira-kira 5 meter dari hadapanku saja, aku sampai saat ini tak bisa menyangkal bahwa kamu memang begitu mengagumkan...
Kamu memang bukan yang sempurna dari yang terbaik, tapi kamu tipe ku,
Aku memang sang pemimpi, melihatmu berbicara dari jauh selalu membuatku berhayal untuk bisa melihatmu dengan jarak 5 centimeter di hadapanku,

Jika disana kamu berbicara di depan mereka untuk mereka, kali ini aku berhayal kau berbicara di hadapanku dan untuk kita...
Aku bukan wanita yang pandai dalam memilih, tapi ketika aku tahu kamu ternyata ada di dunia ini, ku kira kata ‘tepat’ ada pada dirimu saat ini,
“Aku menyukaimu”
Ya...
Kenapa? Terdengar terlalu terburu – buru?
Ketika keyakinan itu telah ditiupkan Sang Kuasa pada detak ini, aku tak mau menoleh lagi...
Apakah.. apakah aku boleh lebih dari sekedar menyukaimu?
Apakah hati itu mengizinkan untuk  namaku tersimpan rapat disana?

Aku menunggu,
Menunggu kamu,
menunggu saat dimana aku dan kamu menjadi kita...
Saat dimana duniaku, duniamu menjadi kita...
Saat dimana aku dan kamu mengatakan “anak – anak kita”

Hingga saat dimana rambutku memutih, harus pergi, namun aku masih bisa menggemgam tanganmu untuk sekedar berkata “kita akan terus begini.”


You Might Also Like

0 komentar