Teruntuk Pria di Langit Jakarta Pusat

Aku tersontak di sebuah malam, malam tadi ku tahu akhirnya sempat ada diriku di benakmu... Seperti kura-kura, pelan namun pasti ya ...

Aku tersontak di sebuah malam,
malam tadi ku tahu akhirnya sempat ada diriku di benakmu...

Seperti kura-kura, pelan namun pasti
ya kuharap seperti itu,

Selama ini kita berdalih dalam tempurung masing-masing,
dunia sendiri-sendiri,
dengan perkembangan yang seperti halnya kura-kura menuju daratan dari kolam air.

Walau telah menunggu hampir dua semester,
setidaknya di semester ini,
usaha kecil untuk mendapatkan ruang di pikiranmu dari semester kemarin, mulai terbayar.

Dua bulan terakhir upah atas usahaku telah ku dapatkan di tiap bulannya,
setelah akhirnya kamu yang menyapaku hari itu,
kali ini teman ku yang benar-benar menegaskan bahwa kamu yang memulai percakapan tentangku.

Kamu bilang, tak enak padaku? Bingung?

Walau rasanya ingin sekali meluruskan ini denganmu,
aku ingin tahu apa yang membuatmu sampai merasa seperti itu,
tapi ah.. ku kira perjalanan kaki kura-kura ku belum mengharuskan sampai di sana.
jadi, aku kembali bersedia menunggu.

Jam kini sudah menunjukkan pukul 00:14 WIB,
mungkin kau sudah tidur, atau mungkin masih terjaga dengan beribu angan di pikiranmu,
ku kirim doa, moga terselip aku lagi dalam angan itu.
Agan-angan masa depan, bukan?

Ponsel dan mataku di sini masih terjaga,
kami sedang sama-sama menunggu, bercengkrama, berandai-andai bila temanku ini mendapat dering dari namamu.

Ya, itu angan ku malam ini. Tidak, bukan malam ini, setiap malam.

Lebat berkelebat,
hujan tadi sore tak lagi membuat genangan di halaman rumah,
mungkin dia merasa cukup untuk memberi kehidupan.
bedanya denganmu, kau belum berhenti menghujam jantungku,
boleh jadi, kau belum merasa cukup untuk memenuhi seisi ruang hatiku,
malahan membuatku sesak,
bila tak melihatmu berada di sejauh mata memandang.

Selamat Pagi,
Ketika kau membaca ini,
mungkin matahari hangat sudah menyapamu terlebih dulu,
atau wangi hujan membasahi tanah,
entahlah, siapapun itu yang lebih dulu menyapamu, pastilah bukan aku,
maka setidaknya, ku berikan ucapanku di sini.

Semoga harimu menyenangkan,
jangan ragu menjadi yang terbaik selama kamu selalu mendapat doa-doa terbaik dari keluargamu.
semoga cepat sembuh, ku dengar kau sedang tidak enak badan.
semoga kau cepat selesai dengan segala tugasmu, ku dengar tumpukan tugas memusingkanmu.
semoga kau selalu bahagia, ku dengar masih terlalu dalam luka yang gadis itu berikan.
dan semoga-semoga yang lain, yang tak aku sebutkan di lisan, namun ku bisikkan pada pemilik hati kita.

You Might Also Like

0 komentar