Ungkap Sepotong Hati yang Tak Bisa Menghentikan Dirinya untuk Memiliki Nama yang Dipanggil Setiap Satu Dentingan

Hai kamu yang tidak bisa aku sebutkan namanya, malam ini sepi datang lagi, aku bukannya hanya mengingatmu kala sepi, tapi entah kenapa sem...

Hai kamu yang tidak bisa aku sebutkan namanya,
malam ini sepi datang lagi, aku bukannya hanya mengingatmu kala sepi, tapi entah kenapa semakin sepi yang aku rasa semakin aku butuh kamu di sini.

Bahkan, aku masih tak tahu kapan aku harus menghubungimu lagi, atau menyapamu?

Kamu, aku tahu kamu tahu apa yang saat ini terjadi di hidupku.
kamu kenapa? Berlagak tidak tahu apa-apa dan bisa-bisanya tak kenapa-kenapa...
kalau aku yang salah, beritahu.
jika aku benar, tanggapilah.

Aku memang tidak pernah bertanya, dan sampai kapanpun tidak akan mau bertanya,
“Apakah kau juga menyukaiku?”
Kobodohan yang sampai saat ini ku tahan namun melumpuhkan semua persendianku kala mengingatmu lagi.

Lantas aku harus apa selain harap cemas memikirkanmu tiap bulan menerangi langit, kecemasan tak beralasan pada hal yang membuatku terpesona dengan segala rupa dirinya. Padahal, dia tak hirau.

Kamu yang tidak bisa aku sebutkan namanya, sesulit memecahkan sebuah batu, pikiranku tetap saja mengawang-awang tentang,
“Mungkinkah kita akan?”
Benci aku pada hening, tak pernah bisa ada yang menjawabku, sekalipun itu dirimu yang selalu ku tanya pada potrait segi empat di genggaman.
entah zat apa yang masuk ke dalam diriku, makin hari rasa ini kian menggumpal, tak mengalir, disitu-situ saja.
aku lelah, jika kau tahu.
aku tak bisa memilikimu lalu tak ada pula pintu yang terbuka untuk yang lain, bagaimana tidak kritis!

Aku ingin bersamamu, menghabiskan semua cerita yang telah aku alami tanpamu, bersandar di bahumu, merapihkan rambutmu, melihat senyummu langsung yang untukku, menyatu di genggamanmu, tenang dipelukanmu, menghabiskan waktu bersamamu, bergurau, dipanggil kesayanganmu, disapa kala malam, pagi, dan siang dimana kita sedang tidak bersama.

Iya, aku mulai sakau untuk mencintaimu dalam heningku. Makin gila untuk bercermin seolah berkata denganmu, dan makin terbuai untuk memelukmu lebih nyata dari sebuah gambar segi empat.

You Might Also Like

1 komentar

  1. Being stupid to confess ur feeling is not a mistake! Just do it or u will regret it someday :p

    BalasHapus