Lagi-lagi Kamu yang Datang Sebagai Karunia.

"Rezeki itu bukan hanya soal uang tapi, bisa melihat senyummu pagi ini, ku anggap itu sudah rezeki." Ku katakan ini sebelum bera...

"Rezeki itu bukan hanya soal uang tapi, bisa melihat senyummu pagi ini, ku anggap itu sudah rezeki."
Ku katakan ini sebelum berangkat ke kampus. Berangan-angan saja, bila pagi tadi bisa melihatmu tersenyum maka ku anggap itu rezekiku hari ini.

Kembali kepada hal yang dianggap kejutan. Aku suka cara Allah memberiku kejutan, karena benar-benar dibuat kaget. Kau tahu? Hari ini aku benar-benar bisa melihat senyumnya, ia tersenyum ke arah temannya, dia terlihat manis sekali ditambah kemeja biru yang ia kenakan. Lalu? Rezeki Allah mana lagi yang bisa aku dustakan?

Setelahnya, kami saling melewati diri masing-masing, tanpa sapa. Padahal kita saling tahu bahwa kita hanya berjarak 1 meter. Tapi ku pilih untuk menudukkan pandangan.

Bodoh!
Setelahnya ku kira aku memang bodoh, pikirku kenapa tak ku sapa saja, kenapa harus menunduk? Ah, tapi toh dia pun sepertinya acuh saja akan adaku. Iya, dia pun tak mencoba menyapa.

"Moment yang seperti ini yang membuatku kadang lebih memilih untuk tidak bertemu denganmu, kanapa? Karena kita hanya saling mematung dan act like stranger."
Ku kira, disitu saja 'rezeki' hari ini, ternyata berlanjut. Selesai kelas, aku masih bisa melihatnya, melihat rezekiku hari ini. Kau tahu apa yang aku rasakan saat itu? Rasanya seperti disambar hembusan angin dari celah dedaunan kala siang terik. Sejuk sekali.

Masih bersambung,
Pertemuanku, rezekiku, hadiahku dari Allah hari ini belum juga berakhir. Kala matahari sudah mulai turun beberapa derajat dengan awan yang lebih teduh, kini dia bukan lagi seperti angin. Tapi petir. Sekelebat, lantas hilang. Aku memang sedang melihat ke arah belakang, menunggu teman yang sedang mengobrol. Lalu Sekelebat, tercium wangi keringat dan entah apa, perfume kah, atau pewangi pakaian kah, lalu ku kira itu hanya ilusi.

Tepat 5 langkah temanku berkata, "Barusan lewat di samping Lo."

DUER!
Apa?
Ah iya!
Itu wangi tubuhnya!!!!!!!!!!!!

Lagi-lagi tak ada sapa, entah dia melihatku atau tidak, tapi terus terang aku sama sekali tidak.

Rezeki...
Bahkan terkadang tanpa dicari, jika memang Allah ingin memberikannya, ketika kamu tak terpikirkan sekalipun, 'rezekimu' akan datang pada saat yang telah Allah tentukan :)





P.S. Thankyou for this gift, Allah.

Best Regards,
AND.

You Might Also Like

0 komentar