Malam Larut bagi Wanita yang Sedang Terombang Ambing

Aku bukannya mau mengadu, membuat gaduh kala malam makin larut, atau memasang dadu untuk permainan yang tak ku ketahui mengakhirinya. Mema...

Aku bukannya mau mengadu, membuat gaduh kala malam makin larut, atau memasang dadu untuk permainan yang tak ku ketahui mengakhirinya.

Memang apa tandanya kalau kini Aku sedang memelas? Membutuhkan semacam kata penenang dari bibir seseorang yang tak tahu lagi bagaimana menyebutkan namanya.

Katanya dia sudah berbeda,
Nyatanya aku masih merasa dia sama.

Kau pernah lihat secangkir kopi yang tak lagi memiliki Tuannya?
Iya, dia hanya cangkir kosong yang sudah ditinggalkan.
Yang aku takut, Akulah si cangkir itu sekarang, tidak lagi menjadi penenangmu atau sesuatu yang dapat membuatmu terjaga.

Karena suara,
Karena suaramu adalah hal yang sama sekali tak ingin ku dengar

Karena mata,
Karena matamu adalah hal yang sama sekali tak ingin ku lihat

Karena hati,
Karena hatimu adalah satu-satunya hal yang tak dapat ku dengar dan lihat walau rasanya sangat ingin

Berlalu malu berlalu,
Membawa dirinya pada sebuah sarang seolah bertapa untuk makin membuat dirinya menguat dalam diri
Kenapa?
Mungkin jawabannya karena tak mengizinkanku memiliki keberanian itu,

Malam demi malam,
Aku tahu hanya akan larut makin larut

Malam demi malam,
Aku tahu hanya akan jatuh dan jatuh lebih dalam

Di mana perginya para penjaga hati yang selama ini melindungi?
Maksudku, para pelindung yang selalu menjaga tawanannya hanya untuk dimiliki dirimu saja

Kamu terlalu jauh,
Aku lelah.

Terlebih aku lelah untuk hanya diam di sini,
Tanpa tahu apa-apa,
Tanpa tahu bagaimana tentangku di kepalamu,
Tanpa tahu bagaimana tanggapanmu yang lebih dari sekedar Terimakasih

Kalau ini ku katakan catatan,
Tentulah akan ku buatkan arsipnya
Kalau ini ku katakan cerita,
Tentulah akan ku jilid supaya rapi
Tapi Pria,
Ini suaraku, suara yang bahkan tak pernah kau dengar,
Yang bahkan tak pernah dapat hiraumu,
Ini suaraku,
Yang membisu kala kau ada di hadapanku.


You Might Also Like

0 komentar