Ramadhan dan Kekaguman Hati Tahun Ini

Senyummu manis, mungkin aku membutuhkannya untuk menemaniku berbuka puasa. Ramdhan datang menyapa, membawa kebahagiaan yang selalu lebi...

Senyummu manis, mungkin aku membutuhkannya untuk menemaniku berbuka puasa.

Ramdhan datang menyapa, membawa kebahagiaan yang selalu lebih di setiap tahunnya. Kamu dan Ramadhan memiliki persamaan, sama-sama ku tunggu kedatangannya dan sama-sama membuat hatiku sejuk walau aku harus melewati hari demi hari yang kerontang.

Pria, selamat menjalankan Ibadah Puasa yah. hari ini sudah masuk di hari ke-12, hayoo... belum ada yang batal kan? Bagaimana sahurmu? Apakah alarm itu selalu setia berbunyi untuk membangunkanmu? Atau kau masih terbangun dengan panggilan Ibumu? Apapun yang kau suka untuk membuatmu terbangun, akupun tak menolak jika harus terjaga untuk menunggu waktu sahur dan membangunkanmu, barangkali dengan deringan dan nama di layar ponselmu.

Aku senang tahun ini ada hal yang membuatku tak sendiri. Memiliki nama yang dapat ku ucapkan selamat berpuasa dan selamat berbuka puasa. Membuatku semangat lagi ketika hanya melihat fotonya, padahal tenggorakan mulai perih kala siang hari. Terimakasih. Kamu memang jauh di sana, tapi ketika hanya dengan menengadah kepada Allah sudah dapat membuatku merasa dekat, rasanya tak ada lagi yang perlu ku khawatirkan.

Iya, aku cukup tahu diri untuk mengetahui bukan aku yang kau harapkan kala Sahur dan Maghrib-mu. Namun setidaknya, aku cukup sigap kapanpun kamu memintanya dibandingkan ia yang kamu tunggu-tunggu padahal tak sama sekali terlintas kamu di saat-saat tersebut, kecuali saat kamu yang datang menyapanya terlebih dahulu, membuat memori untuk namamu dalam benaknya.


Pria, selamat menjalani bulan Ramdhan tahun ini yah. Semoga semua Rahmat Allah tak luput dari pahala-pahala yang kau kumpulkan untuk meraih hati-Nya. Aku tahu ini adalah Ramadhan pertama yang kau jalani dengan penuh perjuangan yang double dari tahun-tahun sebelumnya. Tenanglah, tuntutan pergi pulang pukul lima, akan semakin membentuk dirimu untuk menjadi seseorang yang makin tangguh dalam beribadah. Atau... anggap saja kamu sedang berlatih untuk mencarikan nafkah keluargamu nanti. Jalani, dan syukurilah Pria. Aku yakin, siapapun dia yang beruntung nantinya menjadi makmummu, ia adalah wanita beruntung karena akan selalu bisa mendengar lantunan merdu hafalan Qur’anmu dan mencium tanganmu ketika Imamnya telah selesai membacakan doa untuk keluarganya.

You Might Also Like

0 komentar