Teh Manis yang Tak Bisa diseduh atau Batu yang Bongkahannya Mengiris

Semua larut seperti gula dalam secangkir teh, Sesederhana kamu datang dan mengambil hati ini, Sesederhana itu pula kamu buat aku ketaku...

Semua larut seperti gula dalam secangkir teh,
Sesederhana kamu datang dan mengambil hati ini,
Sesederhana itu pula kamu buat aku ketakutan menunggu sendiri

Denting malam sudah berbunyi
Sudah malam, katanya
Entah kamu sudah dalam mimpimu atau belum,
Yang jelas aku masih terjaga karenamu

Rasanya aku tak tahu di mana aku
Mengharapkanmu lalu hilang,
tenggelam sendiri di lautan harapan tanpa pernah bisa meminta pertolonganmu
Rasanya aku tak tahu di mana aku
Terlalu yakin akan perasaan kepada hati yang tak upahnya seperti sebongkah batu

Kamu dengan mudahnya berkata kepada dunia bahwa ada hal yang telah ku sampaikan
Padahal bukan itu,
Aku tak katakan seperti yang kau katakan itu
Kamu kenapa?
Menggap kami mendewakanmu?
BATU!

Salah aku marah padamu?
Salah aku marah pada seseorang yangg seolah-olah menghargaiku, nyatanya tidak
Aku tidak suka dirimu,
Hanya saja, hatiku selalu meronta lupakan semuanya dan tetaplah memikirkanmu lagi dan lagi,
Apa tidak bingung menjadi diriku setelah bertemu denganmu?

Kamu hanya senyum,
Melenggang kemanapun kau mau,
Menebar segala pesona diri yang kau punya,
Satu per satu mereka jatuh,
Lalu?
Setelah mereka jatuh,
kau menjelma bagai penolong padahal yang sebenarnya kau enggan menangkap kami


Tampannnya dirimu, Pria.

You Might Also Like

0 komentar