Bilamana Kamu Mengharapkan yang Tak Ingin Terjadi

Sore ini aku kembali jatuh cinta, Jatuh cinta atau apa namanya, entahlah, rasanya hanya seperti aku menemukan angin sejuk kala matahari s...

Sore ini aku kembali jatuh cinta,
Jatuh cinta atau apa namanya, entahlah, rasanya hanya seperti aku menemukan angin sejuk kala matahari sedang terik-teriknya berada di atas kepala,

Bersih keras mengatakan tidak lagi hati menginginkannya, ternyata ketika Allah membawanya kembali ke hadapanku sore ini, bahkan bibir ku rasanya seperti malu sendiri, bagaimana tidak, nyatanya hatiku masih dibuat berbunga-berbunga dengan hanya bisa melihat wajahnya, bahkan tanpa senyum atau sapa darinya sekalipun,

Walau sempat, sempat dia balas sapaku dengan juga menyebutkan nama panggilan yang biasa ia panggil, Ah! Kacau! Porak poranda lagi hatiku dibuatnya setelah tiga bulan sempat tenang tanpa bertemu sama sekali

Mungkin ini yang dimaksud tak perlu mengharap karena Allah telah mempersiapkan waktu yang tepat, ya! Justru selalu aku meminta kepada-Nya moga tak bertemu denganmu hari ini, hampir setiap hari ku lakukan doaku ini,
Atau mungkin hari ini aku lupa untuk berdoa kepada-Nya?
Aku sudah melatih hatiku untuk terbiasa hidup tanpa harap-harap bisa menjadi perempuanmu, aku mencoba membiasakan diri untuk beranggapan bahwa kamu dan aku tak akan ada kita, atau memerintah diri untuk jangan pernah memiliki harap sapamu jika sekali-kali nantinya berpapasan,

Tapi hari ini?

Hancur semuanya! Bahkan jiwa ku sendiri lupa akan apa yang selama ini aku wanti-wanti untuk diriku, aku masih menginginkamu kala kita bertemu.....lagi....

Bahkan pertemuan yang sudah lewat tanggal, masih mampu menciptakan lekuk senyum hingga detik aku menulis ini, sebegitu luar biasanya bius yang matamu bawa hingga sampai sekarang belum juga aku sadar untuk berkata “LUPAKAN SAJA DIA (Lagi)!”

Kemarin hanya akan menjadi kemarin, tetapi hari ini dan masa depan, belum tentu hanya akan menjadi hari ini atau nanti. Hari ini, aku percaya Allah selalu sedang mempersiapkan takdir dan kejutannya, mungkin kamu hari ini masih menjadi seseorang yang menutup segalanya untukku, tapi takdir itu bisa datang kapan saja, dan membuatnya menjadi cerita di masa depan, bukan? Sampai ketemu di masa depan yaa Pria, aku senang bisa bertemu denganmu, melihatmu dengan jarak dua langkah,  dan karena aku masih terkena biusmu, aku akan menunggu kejutan apa lagi yang Allah buat untuk ‘kita’ nantinya.


Salam,
Seseorang munafik yang membenci dirinya kala harus memikirkanmu lagi paska bertemu.

You Might Also Like

0 komentar