I’am Officially Letting You Go

Senyumanmu masih manis, Tetapi kini, tak lagi membuat jantungku berdegup anomali... Sedih rasanya ketika harapan patah begitu saja, ...

Senyumanmu masih manis,
Tetapi kini, tak lagi membuat jantungku berdegup anomali...

Sedih rasanya ketika harapan patah begitu saja,
Meski rasanya tak pernah memiliki wewenang apa-apa untuk bisa membencimu,
Aku kini benar-benar mengerti bahwa tak sama sekali pernah ada aku di ruang hatimu

Setelah sekian lama tak bertemu,
Hari itu aku bisa melihat senyummu lagi,
Kala matahari mulai mengumpat dan membuat langit Depok teduh,
Lemparan senyumanmu melengkapi keteduhan siang itu

Awalnya aku tak menyangka kita dapat bertemu lagi,
Bahkan semenjak aku tahu, kini merpati yang ku kagumi telah pergi bersama merpati lain untuk menyatukan hatinya

Siang itu angin kencang, membuat rambut dan poni yang ku ikat, tak karuan modelnya,
Kepalaku seperti ada yang menolehkan begitu saja dan seketika kembali ke hadapan layar,
Selang satu detik,
Aku baru sadar bahwa kamu yang baru saja lewat di sampingku dengan jarak satu meter,
Melemparkan senyum yang hanya dapat ku lihat satu detik,
Entahlah senyummu itu untuk siapa,
Tetapi karena disekelilingku beberapa teman sedang sibuk dengan pekerjaannya,
Ku asumsikan padangan dan sunyummu tepat disasar untukku,

Meski hanya satu detik,
Dan tersadar di denting berikutnya,
Setengah pikiranku ngedumel,
“Kenapa tadi tidak ku balas saja senyumnya...”
Setangah pikiranku yang lain pun ikut ngedumel,
“Untung tadi bisa cepet ngelengos...”
Sudah biasa,
Sudah biasa pikiranku terpecah menjadi dua kubu ketika harus berpapasan beradu mata denganmu,
Maka ku anggap ini bukanlah hal baru,
Meski biasanya aku selalu menyesal,
Kini, apa yang tejadi saat itu rasanya bukanlah pilihan yang ku sesali lagi,
Meski senyummu memang masih semanis senyum yang pertama kali aku lihat dulu,
Namun,
Melihatmu sekelibat,
Lalu jantungku tak lagi berdegup anomali dibuatnya,
Membuatku makin yakin, kalau kini aku benar-benar bisa merelakanmu pergi

Semenjak itu,
Hari di mana aku tahu kamu benar-benar bukan sebuah harapan lagi,
Aku tak ingin berbohong, kalau saat itu aku sungguh ‘berantakan’,
Tetapi syukurlah, hati dan pikiranku cepat dipulihkan oleh Yang Maha Esa

Sajak itu,
Aku merasa lebih bersyukur,
Ternyata aku sadar, selama ini, aku menghabiskan waktu ku dengan percuma untuk mengharapkan hati yang tak pernah berniat bertamu kepadaku,
Aku merasa lebih bersyukur,
Karena kini, aku bisa lebih fokus untuk mengharapkan cinta dari Tuhan ku saja,
tanpa harus terbagi dua lagi denganmu,
Aku merasa lebih bersyukur,
Karena semenjak itu,
aku tahu,
kalau aku memang bukan tipemu,
dan kau bukan lagi tipeku

Sampai jumpa,

Terimakasih karena telah menginspirasiku selama hampir dua tahun ini,
Meski tak berakhir sebahagia apa yang ku harap selama ini,
Aku tetap senang pernah membuat satu ruang di hatiku untuk diisi oleh namamu,
Meski belum pernah terbalas, tapi aku selalu bisa merasa bahagia untuk bisa mengenal dan bercengkrama denganmu,

Semoga kamu bahagia dengan merpati pilahanmu,

Salam,

Dari seseorang yang dua tahun mengenalmu.

You Might Also Like

0 komentar