Tentang Apa Yang Hati Inginkan

Indah senyummu, Menyapa bagai pelangi setelah langit bersedih Indah sapamu, Menyapa bagai hembusan angin setalah terik mencabik Ind...

Indah senyummu,
Menyapa bagai pelangi setelah langit bersedih
Indah sapamu,
Menyapa bagai hembusan angin setalah terik mencabik
Indah matamu,
Menyapa bagai lembayung setelah sore ingin kembali beristirahat

Senyummu, sapamu, bahkan matamu datang sebagai hari baru di duniaku,
Lesung pipi yang mengumpat, selalu jelas tak pernah samar ketika ada kamu yang menyapa,
Sekelibat seseorang datang dan bertamu,
Bahkan kala aku tak pernah sama sekali terbayang akan wajahnya,
Atau setidaknya bersiap untuk orang baru setalah aku benar-benar selesai merapihkan hati yang masih kusut,
Kini wajahnya selalu membanyangi,
Mematung jelas di sudut pikiranku,
Dan semakin lekat untuk mendakat ketika aku memejamkan mata menutup hari yang cukup penat,

Bukan salah bintang ketika langit memilihnya menggantikan bulan,
Dan bukan salah bulan ketika bintang harus hadir menggantikannya,
Semuanya datar saja,
Mencari siapa yang salah ku kira tak ada habisnya,
Begi mereka tentulah hanya memikirkan bagaimana caranya sang malam dapat membuat penduduk bumi tersenyum mendapat cahaya, bukan hitam pekat yang mendekat kala mata melihat dengan lekat

Bukan salah siapapun, seseorang hadir menggantikan orang lama di masa lalu,
Bukan salah satu orang ketika dirinya memilih untuk menghapus sebuah nama agar ditempati nama baru,
Semuanya standar saja,
Menerangkan siapa yang lebih pantas rasanya terlalu klise untuk sebuah kisah baru,
Bagi hati, ia hanya ingin ada yang membuatnya selalu berbunga, mekar hingga lupa dengan apa yang disebut kekecewaan. Karena yang sebenarnya adalah, setiap hati hanya ingin bahagia dengan satu nama, itu saja.

 (unsplash.com)

You Might Also Like

0 komentar