Berserah dan Relakan Mars

PixelArtus Karena makhluk Mars itu terlalu sulit untuk ditebak… Jika ada satu masa yang membuat kita sangat menginginkan seseorang, m...

PixelArtus

Karena makhluk Mars itu terlalu sulit untuk ditebak…

Jika ada satu masa yang membuat kita sangat menginginkan seseorang, maka cepat atau lambat Anda akan menemukan titik terendah.

Titik terpuruk saat hanya Anda yang merasakan dan tidak ada penolong, tidak pula ia yang Anda inginkan selama ini.

Perasaan yang membuat Anda seperti terperosok dan berharap dia datang, namun nihil.
Memang begitu…

Rasanya makhluk Mars itu memang terlalu sulit ditebak, semikin dikejar semakin lari, semakin ditunggu semakin lama dia datang,

Sudah…

Jika Anda pernah merasakan perasaan seperti Anda rasanya ingin menyerah saja dan membiarkan semesta yang menggerakkan kalian dengan gravitasinya, Anda sudah sampai di titik itu.

Menyerah itu tidak selalu buruk, menyerah untuk berserah kepada Tuhan, kenapa tidak?

Mana lebih menakjubkan? Bertemu dalam ketidaksengajaan dan saling mencari tahu atau bersih keras memijakkan diri di tempat-tempat Pria Anda sering berada?

Tidak semua laki-laki senang dikejar, sepertinya di Mars mereka sudah dilatih untuk menjadi pemburu ulung. Ah! Dan sepertinya dibekali juga keahlian tarik ulur yang membuat siapa saja yang bertemunya, jika tidak pandai bermain dengan si anak Mars, ia akan kalah dan tidak mendapatkan apa-apa, termasuk cinta mereka.

Ada satu manusia Mars yang pernah berkata kepadaku:

“Perempuan diam saja, biarkan Pria yang bergerak dan berusaha.”

Entah ini sudah suara dari yang mewakili semua makhluk Mars itu atau belum, tapi yang pasti lebih baik memang tidak perlu mencarinya saat dia ingin pergi, apalagi jika dia belum menjadi apa-apa di Bumi kita, lepaskan saja, bermain saja, ikuti saja permainannya, biarkan angin yang menunjukkan arah ke mana kalian harus bergerak, maju dan lanjutkan atau mundur untuk sudahi. Serahkan pada Sang Pencinta pemilik Jagat Raya, niscaya Bumimu akan lebih tenang.

Saat Anda sedang terpuruk, bangkit!

Terpuruk untuk sesuatu yang belum nyata itu tak ada guna, waktu Anda begitu berharga hanya untuk menunggu satu orang yang ingin pergi dan tidak ingin dikejar.

Melupakan itu memang sulit, apalagi ada rindu yang sering datang membuat kita ingin selalu menghubungi dan menghubungi sedang pesan kita hanya dianggap angin lalu. Jika begitu, jangan dilupakan, relakan.

Relakan apa yang membuatmu terjatuh agar menjadi alasan untukmu untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama.

Relakan apa yang membuatmu tenggalam dalam rasa yang begitu dalam untuk menjadi alasan bahwa tak seharusnya si pecundang itu mendapatkan kasih saying Anda.

Relakan, biarkan apa yang ingin pergi, berjalan jauh dan mencari dunia yang ingin ia singgahi.
Tak perlu berharap padanya akan kembali, serahkan semua harapan pada-Nya dan tunggu saja, apakah Tuhanmu akan membuatnya kembali atau kamu dipertemukan dengan yang (pasti) lebih baik lagi.

Berserahlah, jangan terlalu dipikirkan, toh sejauh apapun burung yang pergi dari sangkarnya, pasti akan kembali lagi, bukan?

You Might Also Like

0 komentar