Sebagaimana Tuhan Menciptakanmu, Sebagaimana Jodoh Melihatmu

Sering kali kita terlalu fokus pada kekurangan diri, Hingga lupa bahwa kekurangan itu sebetulnya tidaklah ada artinya di mata Tuhan. Kadan...

Sering kali kita terlalu fokus pada kekurangan diri,
Hingga lupa bahwa kekurangan itu sebetulnya tidaklah ada artinya di mata Tuhan.

Kadang kala kita ingin terlihat sempurna dan yang paling,
Sampai kita lupa bahwa hidup ini bukan untuk memuaskan mata manusia tetapi, mencukupkan bekal untuk kembali pada Sang Kuasa,

Kita sibuk,
Mendengar komentar yang lain lalu mengubah diri karena menganggap hal itu betul adanya,
Mendengar ejekan yang lain lalu bersedih hati karena menganggap hal itu sesuatu yang mengganggu orang lain,

Dan kita lupa,
Kalau komentar orang lain itu bukanlah untuk dimakan mentah-mentah,

Semuanya memang bisa berkomentar, setiap manusia diberikan mulut, mata hingga pikiran yang dapat mereka gunakan untuk berkomentar,

Sayangnya, yang berkomentar terkadang menggunakan pikirannya untuk hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktunya di hidup yang terbilang singkat ini,

Kita lupa,
Kalau komentar orang lain itu harusnya bukan jadi pecutan untuk turut membenci apa yang ada pada diri,
Semua sudah ditetapkan, mengapa wajah kita seperti ini, mata, hidung, telinga, bahkan suara,
Sudahkah kamu menyadari kalau Tuhanmu lah yang memberikan ini karena rasa kasih sayang-Nya?

Mari kita ingat dan genggam kembali bahwa apa yang ada di diri kita ini merupakan pemberian, bersifat sementara untuk dipinjam, bukan hasil dari tawar menawar ruh kita dengan Tuhan untuk dapat memilih ingin terlahir seperti apa dan bagaimana,

Sebetulnya, untuk apa memikirkan kekurangan yang dikatakan manusia lain di dunia, kalau Tuhan saja sudah melihat kita begitu sempurna tanpa melihat kecacatan satu pun dari diri kita,

Toh lagi-lagi, kita hidup untuk mencari cinta Tuhan yang berguna pada kehidupan kekal nanti, bukan memanjakan pandangan manusia untuk mendapat cinta yang semu nan memiliki kadaluarsa,

Tapi dunia ini memang membuat kita terlena hingga manusia lain membuat kita terkadang lalai tentang alasan hidup di dunia ini,

Kita merasa indah itu orang lain lalu kita merasa kurang, atau sebaliknya, kita lupa diri dan merasa kita lah yang paling indah lalu dengan leluasa melihat yang lain serba kurang,

Sungguh, kita tidaklah ada apa-apanya dibandingkan segala kasih sayang Tuhan,

Pernahkah kita berpikir bahwa segala yang diciptakan memiliki maksud yang hanya penciptanya yang mengetahuinya?

Layaknya kita sedang menggambar, kita menambahkan segalanya, menarik garis atas dasar kepentingan yang hanya kita yang tahu, hingga datang seseorang berkomentar atas keanehan yang dilihatnya, kita akan merasa orang itu lah yang aneh karena belum mengerti tetapi sudah berkomentar, bukan begitu?

Meski Tuhan tidak akan pernah berprasangka buruk pada tiap makhluknya, maka gunakanlah pikiran kita untuk berpikir lebih jauh tentang Tuhan dan berhentilah berkomentar atas segala kekurangan,
Tentu Tuhanmu telah menciptakanmu dengan sebaik-baiknya dengan maksud yang sebenar-benarnya,

Syukuri apa yang ada pada dirimu saat ini,
Tersenyumlah dan berterima kasih karena kamu masih diberikan kesempatan untuk dipinjamkan sebelum akhirnya diambil atau tidak memiliki sama sekali,

Jika manusia lain datang untuk melihat kekuranganmu, abaikan,
Bersabarlah hingga datang pada waktunya manusia lain yang melihat kelebihanmu tanpa sedikitpun mempermasalahkan bahwa kamu memiliki kekurangan,

Itulah jodohmu,
Datang dan membuatmu semakin lengkap atas segalanya,
Itulah jodohmu,
Ditetapkan Tuhan dan mencintaimu apa adanya sebagaimana Tuhan melihatmu dari hatimu, bukan fisikmu.

You Might Also Like

0 komentar